Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan

Pemadaman kebakaran lahan pinggir jalan lintas sumatera di Kukus Kel Limbur Tembesi Kec bathin Vlll, Rabu 7 agustus 2019 jam 16.50 – api dapat dipadamkan

Organisasi Dinas Pemadam Kebakaran Sarolangun merupakan penyempurnaan dari yang sebelumnya, dengan perubahan signifikan dari status UPTD meningkat berubah menjadi DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN dalam waktu relatif singkat.


Hal ini menandakan satu antisipasi positif Pemerintah Kota Sarolangun dalam menjawab tantangan ke depan di mana Kota Sarolangun dengan sungguh sungguh ingin menyediakan sebuah pelayanan prima bagi warga kotanya, khususnya dibidang layanan keselamatan terhadap bahaya kebakaran yang meliputi Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran, Penyelamatan, Pemberdayaan Masyarakat, Penanganan bahan bahaya beracun dan bencana lainnya.


Salah satu pengembangan mutu layanan yang telah dilakukan melalui studi mengenai Konsep Wilayah Kebakaran (WMK) dan penentuan lokasi Pos Pemadam (fire station). dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mendekatkan (mendistribusikan) pusat-pusat layanan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sarolangun tersebar lebih merata menjangkau wilayah cakupan kerja Dinas Pemadam Kebakaran ke dalam satuan satuan wilayah imajiner (konseptual) yang lebih kecil yang disebut WMK, dimana batas-batas ilayah WMK ini ditentukan berdasarkan kebutuhan pasokan air untuk memadamkan kebakaran.

Dengan kata lain, WMK adalah sebuah wilayah imajiner yang membagi-bagi sebuah wilayah perkotaan/daerah dengan karakteristik besarnya kebutuhan pasokan air pemadam yang sama. Selanjutnya, WMK tersebut akan dilayani oleh pos-pos kebakaran yang mampu menghantarkan rantai pasokan air sesuai tingkat resiko WMK-nya ke bangunan yang terbakar untuk memadamkan. Untuk dapat menghantarkan air dalam jumlah yang tepat, dalam waktu yang singkut, dan secara efisien (dengan biaya efektif) diperlukan pendistribusian pos-pos pemadam kebakaran yang dapat mengcover seluruh wilayah dalam waktu respon time yang telah ditentukan (maksimum 15 menit). Dengan demikian satu WMK bisa dilayani satu pos atau lebih dari satu pos.

Lebih lanjut, untuk keperluan administratif rentang komando organisasi Dinas Pemadam Kebakaran, perlu dibentuk sektor-sektor (UPT) DPK, yang dipimpin oleh seorang Kepala Sektor (UPT) setingkat dengan esselon IV/a yang membawahi 2 s/d 3 pos Pemadam Kebakaran (atau membawahi 2 s/d 3 wilayah kecamatan) di Kabupaten sarolangun. Setiap pos pemadam dilengkapi dengan 2 mobil pumper, sementara pos pemadam yang sekaligus berfungsi sebagai kantor sektor berisi 2 (dua) unit mobil pemadam kebakaran, mobil tangga, mobil komando, dan ambulance sesuai karakteristik daerah/wilayah yang dilayaninya, lengkap dengan sarana prasarana lainnya seperti bangunan, sarana olah raga, tandon air dan sebagainya.